Tampilkan postingan dengan label Dalam Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalam Negeri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Dalam Negeri : Orang Indonesia Pertama Yang Punya mobil..!!!!

Orang Indonesia pertama yang tercatat sebagai pemilik mobil adalah Sunan Solo, pada tahun 1894. Mobilnya bermerk Benz, tipe Carl Benz, beroda empat. Diperlukan waktu satu tahun persiapan pembuatannya, karena tipe ini memiliki banyak variasi sesuai dengan pesanan Sunan. John.C.Potter seorang penjual mobil mendapat kepercayaan untuk mengurusi pengirimannya dari Eropa.

Tahun 1907 salah seorang keluarga raja lain di Solo, Kanjeng Raden Sosrodiningrat membeli sebuah mobil merk Daimler. Mobil merk ini memang tergolong mobil mahal dan hanya dimiliki oleh orang-orang berkedudukan tinggi. Mobil ini bekerja dengan empat silinder sama dengan kendaraan yang dipakai oleh Gubernur Jenderal di Batavia. Malahan ada kabar burung, bahwa dibelinya mobil Daimler tersebut oleh keluarga Sunan Solo, disebabkan karena Sunan tidak mau kalah gengsi dengan Gubernur Jenderal.

Sebelumnya, ketika Gubernur masih menggunakan mobil merk Fiat atau sebuah kereta yang ditarik dengan 40 ekor kuda, tidak seorang pun berani menyainginya. Tetapi tiba-tiba saja Sunan Solo memesan mobil dari pabrik dan merk yang sama, Kanjeng Raden Sosrodiningrat memesan mobil Daimlernya lewat Prottel & Co.

Ni dia mobilnya ...

http://isi-bumi-kita.blogspot.com/

Orang Indonesia lainnya yang juga dari keluarga kesultanan yang memiliki mobil pribadi ialah Sultan Ternate pada tahun 1913. Keinginannya untuk memiliki dan mengendarai sendiri ‘kereta setan’, setelah merasakan nikmatnya duduk di kendaraan merk King Dick yang dibawa oleh seorang Belanda dalam perjalanan keliling Maluku. Sultan begitu terkesan dan langsung memesan sebuah mobil yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya, tidak seperti King Dick yang beroda tiga, tetapi Sultan Ternate menginginkan kendaraan roda empat yang bisa dibawa kemana saja bila ia inginkan.

Ada juga orang Indonesia yang lain, sebagai pemilik mobil pertama untuk daerahnya, di Pekalongan. Namanya Raden Mas Ario Tjondro, Bupati Berebes. Di tahun 1904 mobilnya sudah kelihatan mondar-mandir di kotanya. Mobilnya merk Orient Backboard, mobil ini dilengkapi dengan persneling maju dan mundur. Tetapi hanya memiliki satu silinder dan berkekuatan delapan PK, serta menggunakan tenaga rantai untuk menggerakan roda-rodanya.

http://isi-bumi-kita.blogspot.com/

Ramainya pasar jual-beli mobil, menggugah minat para pengusaha kuat untuk bertindak sebagai importir mobil. Gagasan untuk terjun ke dalam dunia dagang sektor impor kurun waktu itu memang masih sangat langka. Disamping belum adanya kepastian hukum, juga semangat beli masih bisa dihitung dengan jari. Maka bermunculanlah perusahan-perusahaan baru yang menjanjikan jasa kepengurusan pengiriman mobil dari negeri asal.

Baik dari Eropa maupun dari Amerika. Namun hanya ada beberapa nama saja yang bisa bertahan sampai tahun-tahun menjelang Perang Dunia ke II. Diantara mereka adalah R.S Stockvis & Zonnen Ltd, yang tidak saja mengurus pesanan mobil-mobil Eropa maupun Amerika tetapi juga menyediakan suku-suku cadang lain yang diperlukan untuk mobil dan motor. Juga nama Verwey & Lugard dan Velodrome yang berkantor pusat di Surabaya.

Nama-nama lain yang kurang menerima pesanan impor seperti pemilik mobil O’herne yang juga memiliki mobil Peugeot juga akhirnya berminat menjadi perantara importir mobil seperti merk yang dimilikinya. Juga nama H.Jonkhoff yang berangkat dari pengusaha Piano kemudian menanamkan modalnya untuk bertindak sebagai agen impor mobil dari Amerika seperti merk Ford, Studebaker dan mobil-mobil keluaran Jerman, Darraq, Benz, Brasier, Berliet dan lainnya.

Ada juga usaha untuk mendatangkan mobil-mobil Italia dan Perancis yang pada saat itu di Batavia kurang mendapat pasaran. Namun ternyata, setelah ditangani dengan publikasi/promosi yang baik produksi kedua negara tersebut jadi banyak dibeli, terutama mobil merk Fiat yang mungil bentuknya namun bertenaga besar. Cabang para importir mobil tersebut bukan hanya di Batavia dan Surabaya, tetapi ada juga di Semarang, Bandung, Medan dan kota lainnya.

Rabu, 06 Maret 2013

Dalam Negeri : Redenominasi 2013, Uang Satu Juta jadi Seribu Rupiah


Sebuah kabar mengjutkan dari Gubernur BI, Ia berencana untuk redenominasi mata uang indonesia sehingga “satu juta jadi seribu rupiah”. Targetnya, sepuluh tahun ke depan redenominasi Rupiah sudah bisa tuntas. Untuk itu, BI telah menyiapkan tahap-tahapan redenominasi Rupiah.
Darmin menjelaskan bahwa rencana penyederhanaan mata uang rupiah alias redenominasi tersebut dilakukan karena pecahan mata uang Rupiah sudah sangat besar. Menurut Darmin, saat ini mata uang Rupiah menjadi pecahan terbesar ketiga di dunia (100.000) setelah mata uang Dong Vietnam (500.000) dan Dolar Zimbabwe (10 juta).
“Selama ini kan tidak efisien. Untuk melakukan pembayaran dalam jumlah besar, harus membawa uang dalam tas. Ini kita sederhanakan nilai uangnya menjadi lebih kecil tanpa mengurangi nilai mata uang itu sendiri,” jelas Darmin.
Darmin menegaskan, redenominasi Rupiah kali ini sama sekali beda dengan apa yang dilakukan di era Presiden Soekarno. Menurutnya, redenominasi bukanlah pemotongan nilai uang yang diikuti penurunan nilai barang (sanering) seperti pernah dilakukan pemerintah pada tahun 1960-an. Sebaliknya, redenominasi adalah penyederhanaan mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilainya.
Artinya, pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Misalnya Rp 1.000 menjadi Rp 1 atau Rp 1 juta menjadi Rp 1.000. Bila sebelumnya membeli minuman seharga Rp 1.000, maka nantinya tetap membeli minuman Rp 1.000 dengan pecahan uang Rp 1.
“Jadi, ini bukan sanering, bukan pemotongan. Sanering dilakukan bila suatu negara dalam situasi merugi dan inflasi tinggi. Artinya karena inflasi tinggi, daya beli mata uangnya merosot makanya perlu dilakukan pemotongan. Tapi sekarang kita kan sebaliknya. Makanya, redenominasi karena hanya bisa dilakukan kalau perekonomian sedang stabil. Kita sekarang sedang stabil,” kata Darmin panjang lebar.
Deputi Gubernur BI Budi Rochadi menambahkan, redenominasi sudah pernah dilakukan Indonesia pada tahun 1966. Namun karena saat itu inflasi di Indonesia sedang tinggi, maka redenominasi yang diberlakukan pemerintah justru gagal mengamankan perekonomian.
Menurut Budi, saat itu uang Rp 1.000 menjadi Rp 1. Karena gagal, tahun itu juga BI sekaligus melakukan sanering, yakni melakukan pemotongan uang di mana yang dipotong hanya nilai uangnya saja.
“Jadi kita sudah pernah redenominasi sekali dan sanering sekali. Waktu itu karena inflasi, redenominasi gagal. Sekarang kita usulkan lagi wacana redenominasi karena inflasi kita sudah terkendali,” kata Budi.
Untuk mendukung langkah redenominasi mata uang Rupiah, BI pun telah menyiapkan tahapan-tahapan redenominasi. Tahun 2011 hingga tahun 2012, akan dijadikan masa sosialisasi kepada masyarakat tentang redenominasi. Di tahun 2013 hingga tahun 2015, menjadi masa transisi. Selama masa ini, nantinya harga barang akan ditulis dalam dua harga yakni terdiri atas Rupiah lama dan Rupiah baru.
Misalnya, barang seharga Rp10.000 akan ditulis dalam dua harga yaitu Rp10.000 dan Rp10 (baru). Selanjutnya, masyarakat akan mengenal yang namanya Rupiah lama dan Rupiah baru. Selama masa transisi ini pula, semua pembayaran termasuk pengembalian akan menggunakan keduanya. Sementara itu, BI perlahan-lahan akan mengganti uang Rupiah lama dengan uang Rupiah baru.
Pada tahun 2016 hingga 2018, BI menargetkan uang kertas yang beredar saat ini atau Rupiah lama, akan benar-benar habis di masyarakat. BI pun akan melakukan penarikan uang Rupiah lama dan menggantinya dengan uang Rupiah baru.
Tahun 2019 hingga tahun 2020, BI menargetkan seluruh uang Rupiah lama sudah tergantikan dengan uang Rupiah baru. Masyarakat Indonesia akan menggunakan uang Rupiah yang ada saat ini namun dengan nilai yang lebih kecil. Untuk mata uang kecil ini nantinya akan berlaku kembali uang koin dan nilai pecahan sen.
Redam Pasar
Isu redenominasi yang dilontarkan bank sentral tersebut langsung memicu gejolak pasar. Sebagai gambaran, kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan penurunan tajam di bawah level 3.000, kemarin. Indeks bursa lokal tersebut ditutup melemah 85,32 poin atau 2,79 persen ke posisi 2.973,66. Penurunan IHSG ini tercatat sebagai penurunan terbesar di Asia.
Saham yang mengalami penurunan besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) yang turun Rp 2.450 ke Rp 47.500 dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) turun Rp 600 ke Rp 15.900. Begitu pula saham di sektor konsumsi yang membukukan penurunan terbesar sebanyak 35,53 poin. Saham PT Gudang Garam Tbk (GRGM) juga turun Rp 850 ke Rp 35.450 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 16.100.
Kemarin, nilai transaksi di Bursa Indonesia tercatat Rp 4,92 triliun dengan volume sebanyak 4,69 miliar lembar saham. Sebanyak 196 saham melemah, 43 saham menguat, dan 52 saham tidak berubah harga.
Sentimen negatif dari pasar saham dan wacana redenominasi membuat rupiah juga tertekan. Kemarin, rupiah melemah tipis ke level Rp 8.941 per USD, turun dibanding angka pada perdagangan sebelumnya Rp 8.938 per USD.
Atas gejolak tersebut, mantan Gubernur BI yang kini “naik pangkat” menjadi Wakil Presiden, Boediono, langsung turun tangan menenangkan pasar. Ia menegaskan bahwa redenominasi Rupiah masih berupa studi. Untuk itu, Boediono meminta semua pihak menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh dengan hasil studi yang belum menjadi sebuah kebijakan.
Hal itu disampaikan Wapres Boediono usai rapat mendadak bersama Menkeu Agus Martowardojo dan Gubernur terpilih BI Darmin Nasution. “Sekarang yang penting jaga suasana kestabilan dan ketenangan, tidak usah terpengaruh oleh hasil studi,” kata Wapres yang saat konferensi pers tidak didampingi Darmin.
Boediono mengatakan, studi mengenai redenominasi sudah lama dilakukan bank sentral. Studi mengenai hal ini dilakukan bersamaan dengan kajian sistem keuangan secara jangka panjang.
Dia mengatakan, redenominasi bukan dilakukan karena perekonomian yang memburuk. Sebaliknya, redenominasi malah dilakukan saat ekonomi membaik. “Redenominasi dilaksanakan justru saat ekonomi bagus di mana bisa dilakukan perubahan,” kata Boediono.
Ia mengakui, salah satu yang harus diperhatikan dalam redenominasi adalah inflasi. “Kita tidak ingin ada dampak berat pada inflasi. Kalaupun di masa depan ada redenominasi, nanti kapan saya tidak tahu, yang jelas kalau ada policy seperti itu, jangan sampai ada dampak negatif memberatkan,” kata Boediono.
Pengalaman dari negara lain juga akan masuk dalam pertimbangan studi. Selain itu, kata Boediono, pemerintah tetap berkomitmen menjaga inflasi dengan memperlancar arus barang.

Senin, 25 Februari 2013

Dalam Negeri : Photo President soekarno main sepeda free Style

 
Bung Karno dalam biografinya hanya menyinggung sedikit masa-masa sekolah di HBS Surabaya. Masa-masa ia berjalan kaki, sementara para murid Belanda sudah ber-haha-hihi dengan sepeda angin. Ia lantas berusaha memperketat pengeluaran sehingga bisa menyisihkan sedikit uang bulanan untuk ditabung.

 
Prinsip sedikit demi sedikit lama-lama membukit itu berbuah sepeda juga. Judulnya, “Bung Karno Akhirnya Punya Sepeda”. Tapi judul itu tidak bertahan lama. Dalam satu kesempatan, Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang masih berusaha tujuh tahun, iseng-iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno, dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.

Guubbbraaaaakkk…. Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda, dan menubruk tembok. Sepeda ringsek seketika. Demi melihat suara tubrukan, Bung Karno menghambur keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang, si pitam naik ke ubun-ubun. Ia lihat Anwar berdiri ketakutan, dan tentu saja kesakitan. Sukarno mendelik dan menyepak bokongnya. Anwar pun menangis meraung-raung. Hati Sukarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan yang ia beli dengan susah payah, kini ringsek sudah.

Beberapa tahun kemudian, ketika Sukarno sudah menjadi tokoh pergerakan, mengetuai organisasi, mendapat honorarium… ia berkisah, kembali membeli sepeda. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk si Anwar. Mungkin ia merasa bersalah karena dulu telah menyepak bokong Anwar karena marah.
 
pendek kata, Sukarno adalah pengendara sepeda yang baik. Dalam beberapa kunjungan ke luar negeri, ia bahkan menjajal sepeda-sepeda onthel kebanggaan negara itu. Salah satu foto bahkan menunjukkan freestyle onthel ala Bung Karno. Ia bisa menghentikan sepeda, tanpa menjejakkan kaki ke bumi, badan membungkuk dan memegang roda depan. Foto yang lain menunjukkan, zaman dahulu pun, freestyle sudah ada. Bedanya, kalau dulu menggunakan sepeda onthel, sekarang memakai sepeda BMX.








































Dalam Negeri : Photo Anas urbaningrum di gantung di Monas..Candaannn

Ini Hanya Replikasa Bukan Asli, yakni tentang Foto Lucu Anas yang digantung di monas menyusul kasusnya baru baru ini. Anas Urbaningrum pernah berjanji, jika terbukti melakukan korupsi, maka dia bersedia digantung di tugu Monas. Anas pun menegaskan seluruh tudingan yang dilontarkan mantan koleganya di Partai Demokrat adalah fitnah.

“Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas,” kata Anas pada (9/3/2012).

Anas pun menegaskan seluruh tudingan Nazar adalah fitnah. Namun, Anas bersedia menjelaskan kasus tersebut ke KPK. “KPK sebetulnya tidak perlu repot-repot mengurus soal Hambalang. Karena itu kan asalnya ocehan dan karangan yang tidak jelas, ngapain repot-repot,” ujarnya.


he he he aneh - aneh aja...








































Minggu, 24 Februari 2013

Dalam Negeri : 10 Program Pokok Saat Rhoma Irama jadi President


1.Tunjangan PNS akan brtambah karena ada tunjangan istri ke 1 2 3 dan 4.

2.Lembur akan dihpskn krn "BEGADANG" tdk ada artinya

3.Penduduk indonesia akan stabil krn tetap "135 juta" jiwa

4.Gelar pahlawan akan dirubah menjadi "SATRIA BERGITAR"

5.TNI akan kmbli mnjdi ABRI (Anak Buah Rhoma Irama)

6.Negara akan aman krn sdh tdk ada lg "ADU DOMBA"

7.Penduduk indonesia akan sehat krn diwjbkn "LARI PAGI"

8.Neraca pndptan belanja akan aman krn mnggunakan sistem ekonomi "GALI LOBANG TUTUP LOBANG"

9.Negeri ini akan trbebas dari para jomblo krn "HIDUP TANPA CINTA BAGAI TAMAN TAK BERBUNGA"

10.Negara bebas dari PIL dan WIL krn "PERHIASAN DUNIA ADALAH ISTRI YG SHOLEHAH...

Pilihlah bang haji klo tdk sungguh "TEERLAALUU"








































Dalam Negeri : Hasil Quick Count Pilgub Jawa Barat 2013

 

Hasil Quick Count Pilgub Jawa Barat 2013 - Quick Count Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013. Hari ini adalah hari pemilhan kepala daerah atau pilkada jawa barat yang nantinya akan menjadi pemimpin provinsi jawa barat, Calon Gubernur Jawa Barat tahun 2013 ini ada 5 kandidat yaitu :
  1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib
  2. Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul
  3. Dede Yusuf-Lex Laksamana
  4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar
  5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki
Siapapun pemenangnya semoga menjadikan provinsi jawa barat menjadi lebih sejahtera.
Untuk sementara hasil quick count tersedia dan masih sementara, kami akan terus mengupdate secepatnya. 

Hasil Quick Count Pilgub Jawa Barat 2013 ( LSI )

  

Hasil Quick Count Pilgub Jawa Barat 2013

Hasil Quick Count Pilgub Jawa Barat 2013 ( RCTI-SMRC )
Hasil quick count ini ditampilkan di layar RCTI pukul 16:00 WIB, Minggu (24/2). Data yang terkumpul telah mencapai 100 persen suara.

Berikut hasil akhir quick count Pilkada Jabar yang dilakukan oleh RCTI-SMRC:

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 1,81 persen

2. Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim: 12,16 persen

3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 24,71 persen

4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar: 32,38 persen

5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 29,07 persen.


Sumber : berbagai Sumber

Label